Resep Otentik Ayam Betutu Gilimanuk

Ingat ayam betutu berarti ingat Bali dong. Iya, masakan khas ini memang berasal dari Bali. Ada dua varian memasak ayam betutu ini, yaitu versi Bangli yang lebih kering dan versi Gilimanuk yang lebih basah. Kali ini kita akan mencoba memasak versi Gilimanuk, adaptasi penuh resep dari buku Om William Wongso yang berjudul Cita Rasa Indonesia, Ekspresi Kuliner William Wongso.

Pertama saya akan cerita beberapa hal mengenai proses memasak ayam betutu ini. Sebenarnya sudah lama saya punya buku ini dan memang berencana untuk memasak beberapa jenis masakan menggunakan resep otentik Om William, cuma untuk mencari ayam kampung di tempat saya tidak gampang. Saat itu saya ngertinya harus cari di pasar yang terletak kurang lebih 15 km dari rumah, dan itupun harus berangkat pagi-pagi banget karena agak siang para penjual ayam kampung sudah pada bubaran. Kemudian secara tidak sengaja saya menemukan pedagang ayam kampung, sepertinya baru, di deket rumah….ya kira-kira 4 km-an. Karena ada bahan utama ini jadinya saya putuskan menggarap masakan pertama dari buku Om William yaitu ayam betutu.

Hal kedua, anak gadis sudah menginjak kelas 3 sekolah dasar dan sudah sejak Maret tidak ada tatap muka ke sekolah alias belajar dari rumah secara penuh. Ini cukup menguras waktu dan tenaga karena dua saudaranya yang masih kecil juga butuh perhatian yang luar biasa. Jadinya sejak punya buku ini akhirnya baru sekarang kesampaian untuk praktek resepnya. Bukan karena beberapa bulan kemarin sangat ‘booming’ mengenai om William bareng om Gordon ya, tapi memang waktunya aja yang susah untuk dicari karena harus menemani kakak belajar dari rumah dan mengurus dua adiknya yang mana sudah bertahun-tahun kami tidak pake tenaga asisten rumah tangga di rumah. Sepenuhnya saya kerjakan sendiri bersama suami.

Dan yang ketiga, tentu saja karena pandemi ini, atau saya seringnya menyebut dengan pagebluk. Ini benar-benar merubah semua hal termasuk rutinitas kami dalam keluarga. Saya yang biasanya tiap hari selalu belanja keluar mencari bahan-bahan yang masih segar, sekarang harus membatasi diri untuk keluar rumah. Terkadang belanja ke pasar hanyak kami lakukan seminggu sekali dan beli dalam jumlah banyak untuk persediaan selama satu minggu. Jadinya yang sebelum pagebluk ini terjadi kita bisa bebas coba-coba resep, ya kadang berhasil kadang gagal juga, akhirnya terbatas percobaannya. Lebih fokus ke masakan utama yang kami makan sehari-hari. Mau gimana lagi, karena kondisi memang seperti ini kan. Tapi ada sisi positifnya yang lain yaitu saya juga semakin banyak kesempatan belajar bagaimana menjaga dan memperlakukan bahan-bahan mentah ini menjadi tetap segar dan sangat layak untuk dikonsumsi. Nanti saya akan mencoba membagikan tips-tipsnya di tulisan atau video lain.

Dan akhirnya setelah beberapa bulan akhirnya kami kesampaian untuk mencoba mengulik lagi resep-resep baru, salah satunya dari bukunya om William ini. Untuk resep lengkapnya temen-temen bisa nonton di video di atas, dan bahan-bahannya lengkap di akhir video, jadi tidak susah kok. Saya kasih judul resep otentik karena memang otentik dari yang empunya resep, the one and only, om William Wongso.

Atau temen-temen bisa lihat di bawah ini untuk bahan-bahan lengkapnya. Kalau ada yang kurang pas di lidah cukup ditambahkan gula dan garam saja, karena yang lain-lain menurut kami sudah pas banget.

bahan utama
bahan yang dihaluskan