Berenang di usia kehamilan 35 minggu

jangan lupa subscribe ya..

Awal bulan Oktober tahun kemarin tepat menginjak usia kehamilan 35 minggu adek Umar, anak ketiga kami dan alhamdulillah sudah lahir serta sehat sekarang. Kehamilan ketiga-tiganya memang lebih banyak diajak aktivitas olahraga berenang daripada jalan kaki, karena kalau jalan kaki terasa lebih berat. Ditambah harus mengalami mabok “ngidam” sampai berbulan-bulan kayak naik bis antar kota antar propinsi tapi gak turun-turun :-). Tetapi semua harus selalu disyukuri ya…

Siang itu tepat setelah mengantar kakak Melodi ke sekolah, kita berangkat berenang ke salah satu hotel di kota Samarida yang bernuansa mayoritas warna oranye. Ya…hotel Harris. Sebenarnya sudah dari beberapa minggu kemarin rencana berenangnya, tetapi karena kondisi belum memungkinkan jadinya diundur terus. Karena sudah siang, kolam renangnya lebih sepi dan kita bisa sepuasnya memakai seperti kolam sendiri ya…

Seperti biasa, sebelum berenang harus melakukan peregangan otot dulu biar nanti masuk air tidak cepat capek dan kram. Karena perut sudah semakin membuncit dan sudah tidak ringan lagi, maka saya melakukan peregangan di kolam kecil sambil menemani kakak Zakir bermain air kecimpang-cimpung dulu. Oh iya, pengalaman saya waktu menjelang kelahiran kakak Zakir memang intens sekali berenang dan hasilnya saat proses melahirkan, alhamdulillah dengan kelahiran normal, stamina dan napas lebih kuat dan tahan lama. Makanya waktu kehamilan ketiga ini saya terapkan metode yang sama untuk melatih kekuatan dan napas sebelum waktu kelahiran.

Cuaca cukup bersahabat dan dinginnya air kolam menemaniku berenang bolak balik dari ujung ke ujung dengan sesekali beristirahat. Dari beberapa gaya renang yang sudah saya coba, yang paling cocok untuk usia kehamilan seperti ini adalah gaya dada, atau banyak yang nyebut gaya katak. Asal jangan gaya batu sambil dada-dada aja ya ;-). Cukup simpel dan ringan tanpa menguras banyak tenaga tetapi napas jadi teratur, dan yang paling penting posisi perut menggantung, jadi tidak terasa sesak. Sesekali mencoba gerakan menyelam juga, tapi karena ‘pelampung’ yang makin gede jadinya susah sekali untuk tetap berada dalam air.

Untuk informasi logistik, di hotel Harris Samarinda kita membayar untuk 2 tiket dan kakak Zakir (3 tahun) masih belum dikenakan biaya masuk. Ada juga paketan yang ditawarkan, dari paket personal sampai paket keluarga dengan durasi sebulan. Dan yang mengasyikkan lagi adalah view-nya kolam tepat bersebelahan dengan jembatan Mahakam dan otomatis sungainya juga bisa kita nikmati. Ada juga wahana bermain anak yang cukup luas dan insyaalloh nanti kita ulas juga ya.

Nah, untuk lebih lengkapnya bisa simak video di channel youtube kami ya.