Guyub rukun bersama warga saat Idul Qurban

Bulan Dzulhijjah atau lebih sering kita sebut dengan bulan Haji, atau dalam istilah Jawa yang kental saya ingat adalah bulan ‘Besar’, adalah salah satu bulan istimewa. Tidak perlu dijelaskan panjang lebar karena banyak referensi yang bisa kita cari dari media cetak (kitab, buku) atau daring (artikel situs, video youtube, dll).

Saya yakin semenjak kecil kita selalu diberikan informasi yang berulang-ulang mengenai sejarah, peristiwa, amalan dan pekerjaan yang bisa kita lakukan di bulan ini dan saya yakin juga kita memiliki gambaran yang sama secara garis besarnya. Oke, jadi tidak perlu dilanjutkan lebih jauh mengenai detilnya. Karena bukan itu yang akan ditulis di sini.

rame banget…

Seperti beberapa tahun sebelumnya, di komplek perumahan yang kami tinggali ini selalu merayakan Idul Qurban dengan salah satu kegiatannya adalah memotong hewan qurban. Tidak tanggung-tanggung, beberapa tahun saya tinggal disini selalu istimewa jumlah hewan qurbannya. Dari belasan sampai puluhan jumlahnya. Dan tiap tahun selalu bertambah dan bertambah jumlah hewan qurbannya. Saya bersyukur sekali bisa tinggal bersama warga yang sangat istimewa ini. Alhamdulillah…

Untuk memotong puluhan hewan qurban tersebut bukanlah perkara mudah, karena sebagian besar dari kami tidak mempunyai latar belakang sebagai tukang potong hewan atau pekerjaan sejenisnya. Jadinya tiap tahun kita belajar dan dapat pengalaman baru tentang tata cara dari hulu ke hilir prosesi penyembelihan hewan qurban ini yang sesuai dengan syariat. Dan yang paling penting dari semua proses ini adalah keguyuban warga yang terlibat.

Mirip-mirip dulu kalo jadi panitia sebuah kegiatan, pembagian tugas masing-masing orang juga sudah diatur. Ada yang bagian memotong hewan qurban, ada yang bagian menguliti, ada yang bagian menimbang dan mencatat tiap hewan, ada yang bagian memotong daging sampai mengemas dan terakhir ada tim ‘kurir’ yang siap mengantar sampai ke depan rumah tiap warga. Pekerjaan yang tidak mungkin bisa selesai tepat waktu kalau tidak ada kerjasama yang baik.

Semua kegiatan Idul Qurban ini dilaksanakan di masjid komplek perumahan, Al ‘Urwah Al Wuts’qa namanya. Dengan area pemotongan yang cukup luas, tetapi tidak luas-luas amat untuk jumlah puluhan hewan ya, kegiatan masih dapat dilaksanakan dengan baik. Memang masih ada kekurangan seperti keterbatasan area pemisah antara hewan dengan tempat pemotongan, tetapi sudah cukup diusahakan maksimal agar sesuai dengan syariat.

Guyub rukun seakan menjadi kode etik tidak tertulis di lingkungan perumahan ini. Sangat istimewa!

Beberapa foto mengandung materi proses pemotongan hewan, dan mungkin kurang nyaman untuk sebagian orang melihatnya.

IMG_2524

Image 2 of 168